Buah dikenal sebagai salah satu sumber vitamin dan mineral terbaik bagi tubuh. Tak heran jika kebutuhan vitamin harian dapat terpenuhi lebih cepat apabila kamu rutin mengonsumsi buah setiap hari. Cara mengonsumsinya pun sangat beragam, mulai dari diolah menjadi jus, smoothie, salad buah, hingga dimakan langsung dalam kondisi segar.
Beberapa jenis buah memang perlu dikupas terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Namun, ada pula buah-buahan yang sebenarnya bisa langsung dimakan tanpa harus dikupas atau dipotong, seperti apel, pir, tomat, dan beberapa jenis buah lainnya.
Meski begitu, perlu diketahui bahwa proses memotong buah dapat memengaruhi kandungan nutrisinya. Jika tidak dilakukan dengan tepat, sebagian vitamin dan zat gizi bisa berkurang. Lalu, bagaimana cara memotong buah agar nutrisinya tetap terjaga? Berikut ini empat cara memotong buah yang benar agar kandungan gizinya tetap segar dan optimal.
Cara Memotong Buah Dengan Cepat Dan Benar
1. Potong Buah Tepat Sebelum Dikonsumsi
Saat sore hari tiba, tidak jarang kita merasa ingin mengunyah sesuatu meskipun tidak benar-benar lapar. Dalam kondisi seperti ini, buah segar bisa menjadi pilihan camilan yang jauh lebih sehat dibandingkan snack kemasan, cokelat, atau makanan manis lainnya. Bagi kamu yang gemar mengonsumsi buah potong, sebaiknya buah dipotong hanya ketika akan dimakan.
Memotong buah lebih awal memang terlihat praktis karena dapat menghemat waktu saat ingin menyantapnya. Namun, kebiasaan ini sebenarnya kurang dianjurkan. Buah yang baru dikupas tentu memiliki tingkat kesegaran yang lebih baik dibandingkan buah yang telah dipotong dan dibiarkan selama beberapa jam. Perbedaan ini tidak hanya terasa dari segi rasa dan tekstur, tetapi juga memengaruhi kandungan gizi dan nutrisi di dalamnya.
Selain itu, buah yang telah dipotong lebih lama juga lebih rentan mengalami oksidasi dan pembusukan. Akibatnya, kualitas buah menurun dan manfaat kesehatannya pun tidak lagi optimal. Oleh karena itu, memotong buah sesaat sebelum dikonsumsi adalah pilihan terbaik untuk menjaga kesegaran dan nilai gizinya.
2. Pastikan Pisau Bersih Sebelum Digunakan
Sebelum memotong buah, pastikan pisau yang akan digunakan dalam kondisi bersih dan higienis. Kebersihan pisau ternyata sangat berpengaruh terhadap kesegaran buah. Pisau yang kotor berpotensi menjadi media perpindahan bakteri dan jamur yang tidak terlihat, sehingga dapat merusak kualitas serta kandungan nutrisi buah.
Oleh karena itu, cucilah pisau menggunakan sabun pencuci piring sebelum digunakan. Setelah dicuci, keringkan pisau dengan kain lap bersih agar tidak lembap. Jika terdapat noda membandel pada pisau, kamu bisa menggosoknya terlebih dahulu dengan sedikit minyak sayur sebelum mencucinya. Sementara itu, untuk menghilangkan bau tidak sedap atau amis—misalnya setelah digunakan memotong ikan—oleskan pasta gigi pada permukaan pisau, lalu bilas hingga bersih.
Dengan memastikan pisau selalu bersih, buah yang dipotong akan tetap segar dan aman untuk dikonsumsi. Setelah memahami cara memotong buah yang benar, kamu juga bisa menyimpan stok buah di rumah dengan lebih higienis agar tetap segar dan bernutrisi lebih lama, jika ingin lebih aman gunakan mesin pemotong buah.
3. Hindari Paparan Langsung Cahaya dan Panas Matahari Saat Memotong Buah
Saat memotong buah, sebaiknya hindari paparan langsung dari cahaya dan panas matahari. Tanpa disadari, panas udara dan sinar matahari dapat merusak kandungan nutrisi di dalam buah. Pada kondisi alami, kulit buah berfungsi sebagai pelindung daging buah beserta kandungan penting di dalamnya, seperti vitamin, mineral, dan berbagai mikronutrisi.
Namun, setelah buah dikupas dan dipotong, lapisan pelindung tersebut akan hilang. Akibatnya, daging buah menjadi lebih rentan terhadap panas dan cahaya, sehingga kandungan air di dalamnya lebih cepat menguap.
Tak hanya air, beberapa vitamin dan mineral juga tidak tahan terhadap panas. Salah satunya adalah vitamin C, yang mudah rusak ketika terpapar suhu tinggi. Selain itu, sifat antioksidan pada vitamin C juga sangat sensitif terhadap oksigen di udara, sehingga kualitas dan manfaatnya dapat berkurang setelah buah dipotong dan dibiarkan terlalu lama.
